WUDHU’

wudlu

PENGERTIAN

  1. Bahasa

Kata wudhu’ (الوُضوء) dalam bahasa Arab berasal dari kata al-wadha’ah (الْوَضَاءَة). Kata ini bermakna al-hasan (الحسن) yaitu kebaikan, dan juga sekaligus bermakna an-nadhzafah (النظافة) yaitu kebersihan. Sedangkan wadhuu’ (الوَضُوْء)bermakna air yang digunakan untuk berwudhu’.

  1. Istilah

Mazhab Asy-Syafi’iyah mendefiniskan istilah wudhu’ sebagai :

أَفْعَالٌ مَخْصُوْصَةٌ مُفْتَتَحَةٌ بِالنِّيَّةِ أَوْ هُوَ اسْتِعْمَال الْمَاءِ فِي أَعْضَاءٍ مَخْصُوصَةٍ مُفْتَتَحًا بِالنِّيَّةِ

 

“Beberapa perbuatan tertentu yang dimulai dari niat, yaitu penggunaan air pada anggota badan tertentu yang dimulai dengan niat.”

Wudhu’ adalah sebuah ibadah ritual untuk mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan media air. Caranya dengan membasuh atau mengusap beberapa bagian anggota tubuh menggunakan air sambil berniat di dalam hati dan dilakukan sebagai sebuah ritual khas atau peribadatan.

Wudhu’ adalah ibadah, bukan sekedar untuk membersihkan secara fisik atas kotoran. Wudhu’ adalah sebuah ibadah yang telah ditetapkan tata aturannya lewat wahyu dari langit dari Allah SWT.

DALIL PENSYARI’ATAN

Wudhu sudah disyariatkan sejak awal mula turunnya Islam bersamaan dengan diwajibkannya shalat di Mekkah, jauh sebelum masa isra’ miraj ke langit. Malaikat Jibril alaihissalam mengajarkan Nabi SAW gerakan shalat dan sebelumnya dia mengajarkan tata cara wudhu terlebih dahulu.

Kewajiban wudhu’ didasarkan pada Al-Quran Al-Karim, Sunnah An-nabawiyah dan juga ijma’ para ulama.

  1. Al-Quran Al-Karim

Di dalam Al-Quran Al-Karim, Allah SWT menegaskan kepada mereka orang yang mau mengerjakan shalat untuk berwudhu’ terlebih dahulu sebelumnya.

يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَوٰةِ فَاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِۚ

“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (Q.S. Al-Maidah [5]: 6)

Secara tekstual, ayat di atas menyebutkan bahwa wudhu’ harus dilakukan setiap akan mengerjakan shalat. Namun para ulama sepakat bahwa yang dimaksud ayat ini bukan kewajiban berwudhu pada setiap kali shalat. Yang mereka maksud bahwa keharusan berwudhu ini berlaku hanya bagi mereka yang berhadats saja. Sedangkan yang tidak berhadats, tidak perlu melaukan wudhu’ setiap kali akan shalat, kecuali hukumnya sunnah.

  1. As-Sunnah

Sedangkan dalil masyru’iyah dari sisi As-Sunnah An-Nabawiyah untuk ritual wudhu’ adalah hadits berikut ini :

“Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Tidak ada shalat bagi orang yang tidak punya wudhu’.” (H.R. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Adapun tata cara wudhu yang dicontohkan Rasulullah SAW bisa kita baca dari hadits Ustman bin Al- Affan radhiyallahuanhu yang masyhur berikut ini :

عَنْ حُمْرَانَ أَنَّ عُثْمَانَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ دَعَا بِوَضُوْءٍ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذٰلِكَ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللّٰهِ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوْئِيْ هٰذَا. مُتَّفَقٌ عَلَيْه

“Dari Humran bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu meminta seember air kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali kemudian berkumur memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Kemudian beliau membasuh wajarnya tiga kali membasuh tanggan kanannya hingga siku tiga kali kemudian membasuh tanggan kirinya hingga siku tiga kali kemudian beliau mengusap kepalanya kemudian beliau membasuh kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali begitu juga yang kiri. Kemudian beliau berkata, ‘Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.” (H.R. Bukhari Muslim)

Namun kalau dilihat sekilas hadits ini tentu saja belum merinci tentang rukun wudhu wajib dan sunnahnya. Semua dikerjakan begitu saja tanpa dijelaskan detail rincian hukumnya masing-masing.

Untuk mengetahuinya para ulama butuh mengumpulkan ratusan bahkan ribuan hadits lainnya yang terkait dengan wudhu juga sehingga akhirnya didapat kesimpulan-kesimpulan terkait dengan rukun, wajib, sunnnah dan hal-hal yang membatalkan wudhu.

  1. Ijma’

Dan para ulama seluruhnya telah berijma’ atas disyariatkannya wudhu buat orang yang akan mengerjakan shalat bilamana dia berhadats.

HUKUM WUDHU

Hukum wudhu’ bisa wajib dan bisa sunnah, tergantung konteks untuk apa kita berwudhu’.

  1. Fardhu

Hukum wudhu’ menjadi fardhu atau wajib manakala seseorang akan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Melakukan Shalat

Shalat wajib maupun shalat sunnah. Termasuk juga di dalamnya sujud tilawah.

  • Menyentuh Mushaf

Jumhur ulama umumnya menyatakan bahwa diharamkan menyentuh mushaf Al-Quran bila seseorang dalam keadaan hadats kecil atau dalam kata lain bila tidak punya wudhu’.

  • Thawaf di Seputar Ka’bah

Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu’ untuk thawaf di Ka’bah adalah fardhu.

  • Khutbah Jumat

Dalam pandangan Mazhab Al-Malikiyah dan Asy-Syafi’iyah, menyampaikan Khutbah Jumat juga disyaratkan dalam keadaan suci dari hadats kecil. Karena kedudukan Khutbah Jumat merupakan bagian dari Shalat Jumat.

  1. Sunnah

Sedangkan yang bersifat sunnah adalah bila akan mengerjakan hal-hal berikut ini:

  • Mengulangi wudhu’ untuk tiap shalat

Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah SAW yang menyunnahkan setiap akan shalat untuk memperbaharui wudhu’ meskipun belum batal wudhu’nya.

Selain itu disunnahkan bagi tiap muslim untuk selalu tampil dalam keadaan berwudhu’ pada setiap kondisinya bila memungkinkan. Ini bukan keharusan melainkah sunnah yang baik untuk diamalkan.

 

وَلَنْ يُحَافِظَ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلَّا الْمُؤْمِنُ

Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak akan bisa menjaga wudhu’ kecuali orang yang beriman.” (H.R. Ibnu Majah, Al-Hakim, Ahmad dan Al-Baihaqi)

  • Menyentuh Kitab-kitab Syar’iyah

Seperti kitab tafsir, hadits, aqidah, fiqih dan lainnya. Namun bila di dalamnya lebih dominan ayat Al-Quran Al-Karim maka hukumnya menjadi wajib.

  • Ketika Akan Tidur

Al-Hanafiyah Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah menyatakan bahwa berwudhu’ ketika akan tidur adalah sunnah sehingga seorang muslim tidur dalam keadaan suci.

  • Sebelum Mandi Janabah

Sebelum mandi janabat disunnahkan untuk berwudhu’ terlebih dahulu. Demikian juga disunnahkan berwudhu’ bila seorang yang dalam keaaan junub mau makan minum tidur atau mengulangi berjimak lagi.

  • Ketika Marah

Untuk meredakan marah ada dalil perintah dari Rasulullah SAW untuk meredakannya dengan membasuh muka dan berwudhu’.

“Bila kamu marah hendaklah berwudhu’.” (H.R. Ahmad)

  • Ketika Membaca Al-Quran

Hukum berwudhu ketika membaca Al-Quran Al-Karim adalah sunnah bukan wajib. Berbeda dengan menyentuh mushaf menurut jumhur. Demikian juga hukumnya sunnah bila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membaca kitab-kitab syariah.

  • Ketika Melantunkan Azan dan Iqamat

Para ulama sepakat disunnahkannya wudhu untuk orang yang melakukan adzan. Namun mereka berbeda pendapat bila dilakukan oleh orang yang mengumandangkan iqamat.

  • Dzikir

Keempat mazdhab sepakat disunnahkannya wudhu ketika berdzikir.

  • Ziarah Ke Makam Nabi SAW

Para ulama menyepakati bahwa ketika seseorang berziarah ke makam Nabi SAW maka disunnahkan atasnya untuk berwudhu. Berwudhu yang dilakukan itu merupakan bentuk pentakdzhiman atas diri Rasulullah SAW.

Selain itu karena letaknya hari ini yang berada di dalam masjid maka secara otomatis memang sudah disunnahkan untuk berwudhu sebelumnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s