KIAT MENGHAFAL ILMU

7 Pertanyaan Mudah Yang Selalu Dijawab SalahHafalan memang menjadi inti penting bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu. Apalagi bagi para santri yang rata – rata dibuat puyeng oleh hal ini. Bagaimana tidak, mulai dari pertama masuk sampai menjelang lulus hafalan tak pernah lepas dari tuntutan – tuntuatannya. Wajar kalau banyak anak yang tidak betah jika nyantri disuatu pesantren dengan alasan hafalan banyak. Sebelumnya, mari kita simak hadits berikut,

خَيَّرَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُوْدَ عَلَيْهِمَا السِّلَامُ بَيْنَ الْعِلْمِ وَالْمالِ وَالْمُلْكِ فَاخْتَارَى الْعِلْمَ فَأُعْطِيَ الْمَالَ وَالْمُلْكَ مَعَهُ

Artinya :

“Nabi Sulaiman bin Nabi Daud alahima assalam disuruh memilih antara ilmu, harta, dan istana. Kemudian beliau memilih ilmu lalu diberi pula harta dan istana dan megah”. (HR. Ibnu Abbas)

Melihat hadits diatas bisa diambil kesimpulan bahwa ilmu lebih berharga dibandingkan harta dan lain – lain. Sebelum membahas jauh tentang ilmu, kita lihat dulu lafadl عِلْمٌ yang terdiri dari huruf ع, ل , م. Menurut orang bijak huruf – huruf tersebut mempunyai arti sendiri – sendiri, yakni :

ع: Diambil dari lafald عِلِّيُّيْنَ(derajat yang tinggi)

ل : Diambil dari lafald اللُّطْفُ (Lembut)

م : Diambil dari lafald الْمُلْكَ (Kekuasaan)

Bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang memiliki ilmu akan mendapat derajat yang tinggi dan memiliki sikap yang lembut dan akan mendapatkan kebiasaan perlu diketahui ada beberapa cara supaya mudah menghafal ilmu. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam kitab Durrotunnasihin :

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَحْفَظَ الْعِلْمَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُلَازِمَ خَمْسَ خِصَالٍ : الأُوْلَى صَلَاةُ اللَّيْلِ وَلَوْ رَكْعَتَيْنِ وَالثَّانِيَةُ دَوَامُ الْوُضُوْءِ وَالثَّالِثَةُ التَّقْوَى فِالسِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ وَالرَّابِعَةُ أَنْ يَأْكُلَ لِلتَّقْوَى لاَ لِلشَّهَوَاتِ وَالْخَامِسَةُ السِّواكُ

Artinya :

” Barang siapa ingin menghafalkan ilmu, maka ia harus membiasakan dirinya dengan lima perkara :

  1. Membiasakan mengerjakan Sholat malam walaupun 2 rokaat
  2. Selalu dalam keadaa wudlu (Daimul Wudlu)
  3. Bertaqwa kepada Alloh baik secara sembunyi – sembunyi (ketika sendirian) ataupun terang –terangan (Dihadapan orang)
  4. Membiasakan makan dengan niatan supaya kuat ibadah, bukan semata – mata menuruti syahwat
  5. Membiasakan siwakan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s